Pawai Menuju Alifakovac – Yuliyatul Unsiyah
Puisi, edisi 390 Mei 2025 Kota ini seluruhnya sudah menjadi artefak, Delisa.meja makan berantakan dihinggapi debu.yang tersisa hanya bekas gincu.dan aroma tubuhmu di pundakku. Perjalanan ini menghabiskan lima liter peluh, Delisa.Alifakovac tetap menyala dihimpit banyak kepala. Malam adalah hantu.menakut-nakuti saban jemu.dalam rekaman kepala- kita ini begitu asing.demam, seketika aku teringat Malingping.yang memberi teduh.dalam sisa perjalanan […]