Cinta Luput, Cinta Sepenuh – Sitor Situmorang

Hari sudah soresiap menemui ajaldepan regu tembakia membalas suratseorang gadis jauhyang belum dikenalnya. “Silakan datang, aku menunggu bahagia.Oleh-olehmu kunanti.” Ia pun tertidurhingga lewat matahari terbenam,menjelang hari naassebelum nanti kubangunkandi pagi buta – kata korankata koran pula:ia menolak berdoaia menolak didampingi pendetahanya minta sebatang rokok. Seorang murtadyang ikhlas? kata hatiku –setelah tidak diberi pengampunanIia menolak segala […]

MORE