Rinai Luka – Dea Renaizah

Cerpen, edisi 379 Juni 2024 27 Juli, 15.35 WIBPintu digedor-gedor serupa irama drummer yang sedang menggila. Nai menatap nanar dinding kamarnya. Suara dari luar kamar tidak ia hiraukan, seperti angin lalu yang tidak penting. Tatapan kosong itu membiaskan senyum pedih, tangannya meraba-raba nakas menjatuhkan vas bunga, cermin dan buku di atasnya. Gerakan itu berhenti begitu […]