Trilogi Pecundang – Rani Aditya
Cerpen, edisi 376 Maret 2024 Satu Arman tidak mau mati. Itu satu-satunya alasan untuk terus lari. Ia masuk ke sebuah labirin sempit dan berbelok setiap kali menemukan celah. Sesekali terjatuh atau menabrak pagar bambu, tetapi tidak berhenti. Sampai suara-suara itu senyap. Suara-suara marah yang sudah mengejarnya dari depan pasar, sejak ia berhasil mengutil dompet seorang […]
Perjalanan Doa – Ilham Wahyudi
Puisi, edisi 376 Maret 2024 seorang dermawan yang mendatangi markas besar duka lara tidak pernah terkejut kala menemukan gelas kering kerontang; dibukanya kran penutup wadah, dan mengalirlah apa yang patut dan mesti mengalir. Dia tidak takut kering? tanah kering yang merindukan benih itu tak sekalipun mengada-ngada ketika melayangkan doa ke langit terik; direntangkannya tangan dan […]
Memanggil Hujan – Zakiyyatul Fuadah
Puisi, edisi 376 Maret 2024 ketika tanah retak,perigi padam,sungai kerontang,masih bertanyakah kalianapa itu kesedihan? tak ada kesunyian tersimpandalam tempurung kepalakuhanya mantra-mantra tergelincirmemecah getir takdiryang membeku di lorong hujan o, dewi srilihat sekujur tubuhkupenuh bunga-bungaperantarabagi kidung malangsedang keringat malamtelah mengembun dari lengan-lenganyang mengayunkan tubuhku setelah harapan demi harapanmenubuatkan takdir kampung halamanangin berdesakan,bulan pucat ditelan awan berarakjuga […]