Pada Sebuah Privilese – Ika Yuliana
Tulisan dari residensi seni di Cite des Arts Paris, Januari – Maret 2025 Catatan, edisi 390 Mei 2025 Tak terduga dan serba terburu-buru, rasanya paling tepat untuk menggambarkan bagaimana tahun 2025 dimulai dengan sebuah musim dingin di kota Paris. Oktober berlalu setelah baru saja meninggalkan pekerjaan penuh-waktu di sebuah organisasi nirlaba, lantas November mengambil jeda […]
Mat Walid dan Serangga-Serangga Paling Merepotkan – Hari Niskala
Cerpen, edisi 390 Mei 2025 Petang sepulang menengok petak yang hendak ditanami jagung, Mat Walid memikirkan lagi satu jenis rencana mulia. M-u-l-i-a, begitu ia mengeja satu per satu huruf dari kata yang jarang keluar dari mulutnya. Rencana tersebut pernah ia bicarakan dengan guru Biologi, beroleh pujian setinggi langit sebelum si guru Biologi mati akibat serangan […]
Pawai Menuju Alifakovac – Yuliyatul Unsiyah
Puisi, edisi 390 Mei 2025 Kota ini seluruhnya sudah menjadi artefak, Delisa.meja makan berantakan dihinggapi debu.yang tersisa hanya bekas gincu.dan aroma tubuhmu di pundakku. Perjalanan ini menghabiskan lima liter peluh, Delisa.Alifakovac tetap menyala dihimpit banyak kepala. Malam adalah hantu.menakut-nakuti saban jemu.dalam rekaman kepala- kita ini begitu asing.demam, seketika aku teringat Malingping.yang memberi teduh.dalam sisa perjalanan […]