Larung Tulah – Heri Haliling

Cerpen, edisi 398 Januari 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/larung-tulah/ Aku adalah meranti merah yang telah berusia tiga ratus lima puluh tahun. Tinggiku menjulang seratus dua puluh kaki, batangku luas hingga sepuluh manusia dewasa berpegangan tangan pun tak akan mampu melingkupiku.  Aku adalah saksi. Dari tempatku berpijak di lereng bukit dekat anak Sungai Kahayan, […]

Hantu-Hantu Membawa Makanan – T. Wijaya

Puisi, edisi 398 Januari 2026 Akhirnya saya menangis bersama ibu di Bukit Barisan, sebab laut di langit merindukan Merapi, Singgalang, Talamau, Sinabung, dan Leuser. Tubuh-tubuh leluhur menjadi lumpur dan pohon-pohon dipaksa mati. Hantu-hantu membawa makanan, sisa pesta dari panggung organ tunggal. Kuasanya memaksa Tuhan menyingkirkan ilmu pengetahuan dan daftar panjang kematian. Mulutnya dipenuhi merkuri dan […]

Selat – A. Dion Laèp

Puisi, edisi 398 Januari 2026 laut tidak biru malam ini. bau besi terhidudari sauh, dari rantai,juga dari nama yang lepas. di sini, arus menulis namanya sendiripada lambung, pada tulang,juga pada harga yang ditawar di pelabuhan. tapi jangkar berkarat itumasih tersimpan nama-nama. mercusuar menyala,di antara gelap harapannasib para nelayan. di sini, sepanjang ombak berdebur,juga selagi tembang […]