Garut +771 mdpl – Farah Rachmat

Catatan, edisi 363 Februari 2023 Rabu, 1 Februari 2023. Malam itu gerimis. Ponakan dan aku tiba di stasiun Garut. Jarum jam telah menunjukkan 22.10. Sesaat ponakan mengambil gambar. “Bagus,” katanya menunjuk penutup atap stasiun di atas rel kereta. Bersyukur sampai Garut, stasiunnya.  Kami mengawali perjalanan ini dari Stasiun BNI City/Sudirman Baru. Hujan masih membasahi Jakarta […]

Aaja Savariya come to me, my beloved

Farah Rachmat Pemandangan Pantai masih saja mempesona. Apalagi waktu kami menikmati matahari tenggelam. Saat di Pantai, ketika jalan-jalan dengan Anjeli, aku memperhatikan tekstur pasir Pantai yang mempesona. Aku merasa goresan air laut pada pasir Pantai mempunyai sejuta rahasia, sejuta cinta dan kasih, tergurat pada tekstur Pantai. Romantis sekali perasaanku saat itu. Matahari tenggelam juga mempunyai […]

Tentang Penulis Edisi 132

Farah Rachmat, pekerja lembaga bantuan sosial, aktif di kumpulan penterjemah dan tinggal di Jakarta. Egita Pauline, announcer di 107.50 FM, Music City dan sedang menulis novel pertamanya. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam.

Tentang Penulis Edisi 123

Sugianto Thoha, kelahiran Musi, Sumatera Selatan bekerja di lepas pantai Kuwait. Farah Rachmat, tamatan Universitas Indonesia yang kini bekerja di Nabire, Papua.

Warung Pojok di Nabire

Farah Rachmat Warung Pojok ini saya kenal lewat Santo, teman sekantor, mungkin setelah sekitar satu bulan berada di Nabire. Dan warung ini menjadi warung andalan kami sekantor, untuk makan siang atau kapan saja sebenarnya. Kadang kami hanya beli lauknya saja dan sering pula untuk dine in, alias duduk makan di kursi plastiknya untuk menikmati hidangan […]

Dokter Lenggogeni

Farah Rachmat “Lenggo,” suaraku melemah, aku tak sanggup melihatnya pergi menjauh dariku. Tubuh jangkung, dengan mata teduh yang selalu bersinar baik. Ah, Lenggo, aku tak sanggup melihat kau menjauh dariku. Aku tak sanggup. Skenario yang pernah terlintas dalam hidupku beberapa tahun lalu melintas dalam benakku, berputar dengan begitu jelas. Lenggogeni, Siapa yang sangka aku bisa […]

Tentang Penulis Edisi 101

Gendhotwukir, lahir di Muntilan,Jawa Tengah, Mahasiswa Filsafat St. Augustin Jerman, penulis lepas, tinggal di Jerman. Farah Rachmat , tinggal di Jakarta dan gemar menulis.

Saripohatji

Farah Rachmat Kata seorang kawan –yang meminjamkan aku bungkusnya untuk kusalin– ia berkenalan dengan Saripohatji sejak kecil. “Yah…sejak SD-lah,” katanya. Kawan, kalian boleh pula berkenalan dengan Saripohatji, ia terbungkus kertas kantong kecil berukuran kira-kira 7,5 x 10 cm. Di depan bungkusnya bertuliskan: Terdiri Th. 1927(Latar kuning)Gambar seorang ibu dalam lingkaranBEDAK SARIPOHATJI –TERBIKIN OLEH S. MARIJAHGedep. […]

Tentang Penulis Edisi 85

Farah R. Rachmat, menulis sejak SMA, meneruskan kuliah di Fakultas Sastra UI, aktif dalam kelompok penerjemah, dan tinggal di Jakarta.. Syam Asinar Radjam, pegiat lingkungan yang menulis puisi, cerpen, dan novelet dengan tema lingkungan. Hendi Kremer, ayah satu anak ini bekerja sebagai wartawan di Batam.

Que La Joie Demeure* – Farah Rachmat

Jakarta, JanuariAku bukan merasa pahit. Tapi ada rasa yang tak bisa kunyatakan: pedih, sakit, ngilu dalam relung perasaanku yang terdalam. Aku pedih, memang. Aku sakit, benar. Aku ngilu, begitu rasanya. Oh, apalagi ini yang ada dalam kehidupanku? Aku tidak pernah ingin lagi mengalami kepahitan, kegetiran dalam hidup ini. Aku melihat Dana, ia terpekur di seberang […]