Smaradina Muda Mangin 2 – Syam Asinar Radjam
Lalu Beriring AnginBersamaku, Mangin menembus pekat aspal yang mulai berkabut. Mengejar 32 km di depan. Yang aku paham Mangin, mengejar sepasang mata yang satu malam sebelumnya melupakan dia tentang keindahan bintang. Secara eksplisit dia pernah kelepasan omongan tentang ini. Mangin mengendus keindahan, terbawa riung angin yang meriapkan rambut tak akrab sisir nya. Bergantian lampu dekat […]
Smaradina Muda Mangin 1 – Syam Asinar Radjam
PrologMalam berubah menjadi sangat pendiam, ketika aku memulai memutuskan untuk membaca ulang pesan-pesan Mangin. Sebuah amplop tebal. Sayup percik air menuruni batuan jauh di bawah pondokan. Sungainya, —dari penjaga pondok tempatku menginap malam ini —tidaklah sejernih suaranya. Keruh berbau pinggir kota. Bulan sesekali pemalu. Dijaga awan, pucat kafan. Pelepah-pelepah kelapa yang terlihat, menunggu sapa angin. […]