Torehan Keindahan Bundaku
Lemah bergelayut di lengan muAdakah karna menopang aku yang terlalu lama belajar berjalan?Goresan abstrak disudut matamuTerlukis memahat jelas, saat kau tersenyum,Adakah karena mengawasi gerak lincahku?Helaian rambut yang tak lagi legam.Tak lagi dapat kau sematkan hiasan indah.Lebih dari satu warna bermain pada mahkotamu.Bahkan dayang nirwana, tak lagi mampu mengepang rambutmu yang menipis.Adakah karna waktumu hanya tuk […]
Meong Pada Bu Haji
Multama Nazri HSB Apakah manusia itu Bu Haji?Apa benar mereka kaum ilahi,Mengapa mereka banyak yang bunuh diri,Dukun santet dianggap ayah sendiri. Ini toh manusia itu Bu Haji ?Yang oleh mereka anak yatim dizolimi,Setelahnya enak tidur nyenyak dan bermimpi,Manusia makhluk yang paling beradab, huhhhh basiiiii. Walah rek..rek.. ini yah namanya manusia Bu Haji?Menguasai hasil bumi tuk […]
Penulis 170
Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Multama Nazri HSB, Lahir di Sibuhuan, Sumatera Utara, menikah dan bekerja sebagai wiraswasta di Medan Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar. ___________________
Dialog Semu Dalam Sujudku
Dalam sujudku malam ini, terbayang seraut wajah dengan tubuh kekar tersenyum seindah purnama yang selalu didampingi satu bintang. Wajah yang selalu kurindukan, yang selalu kupanggil. Ayah…Aku tidak tahu kau dimana, mungkinkah kau bahagia, mungkinkah tidak. Malam ini aku coba bercerita denganmu, cerita yang belum berubah.Ayah….Aku baik-baik saja, begitu juga Ibu. Dia masih sama seperti dulu, […]
Penulis Edisi 167
Multama Nazri HSB, Lahir di Sibuhuan, Sumatera Utara, menikah dan bekerja sebagai wiraswasta di Medan Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.
3 Menit Menjadi Cinta
Multama Nazri HSB (menit pertama) ku kan bercengkrama dengan nafsu dan turunannya membagi tugas dengan mereka agar aku bersih, suci, dan indah (menit kedua) ku kan berkunjung kepada logika bersekutu dengan beliau agar aku tidak tersesat dan bodoh (menit ketiga) ku kan rasuki hati kekasihku melihat setiap ruangnya kurebahkan diriku disana sejenak….