Pacar, Kerudung, dan Ular – Moh Rofqil Bazikh

Saya ingat betul kamarnya bernomor 1.7, satu-satunya kamar yang tersisa waktu itu. Ketika mengajaknya bertemu, ia tidak ingin berdua di perumahan atau tempat apapun, selain di hotel -yang murah sekalipun. Saya merogoh sedikit uang dari saku celana untuk menemani malam minggunya. Malam minggu pertama setelah saya sebulan di kampung halaman memeras keringat dan sekali dua […]