Kereta – Rakha Swastara

Puisi, edisi 396 November 2025  Ia diam,seperti logam putihyang pernah dilukisjam enam pagi.Tak ada rel.Hanya garis mejayang retaksejak sendoktak jadi dipakai. Pernah ia berlarimelewati sepatu,melewati punggung kursi,menyusup ke lautdari sepreidan dengusseorang masinis kecil. Kini roda ituberputar pelan,oleh angindari jendela. Bukan tangan.Bukan suara. Di bawah ranjangia bersandarpada bonekayang kehilangan mata. Seseorang pernahmenaruhnya di situ,dan lupa berkata:aku […]