Kenangan Scheveningen – Sitok Srengenge

Ada yang senantiasa melukisi daun dan buah,        lihat jejaknya menggaris di batuan tanahAku daun yang tanggal, terbasuh embun                     sebelum luruh dibantun taifunKau buah yang mengkal, tersepuh ranum         sebelum jatuh dikulum alum Kita tumbuh dari akar berbeda,meski mencecap air dari sumber yang sama      Aku datang dari perih yang diguritkan angin    dan angin mengibarkan rambutmu yang perak  Lihat tapaknya mengering di bangkai musim,                                  sebagian […]