Selat – A. Dion Laèp

Puisi, edisi 398 Januari 2026 laut tidak biru malam ini. bau besi terhidudari sauh, dari rantai,juga dari nama yang lepas. di sini, arus menulis namanya sendiripada lambung, pada tulang,juga pada harga yang ditawar di pelabuhan. tapi jangkar berkarat itumasih tersimpan nama-nama. mercusuar menyala,di antara gelap harapannasib para nelayan. di sini, sepanjang ombak berdebur,juga selagi tembang […]