Tjamboek Berdoeri dan Romantisme Bujangan – Arief W Djati
Masih ingatkah akan Tjamboek Berdoeri? Ya, dialah penulis Indonesia dalem Api dan Bara (IdAB) yang diterbitkan persis sesudah serbuan Belanda pertama di Malang, November 1947, lantas diterbitkan ulang dengan pengantar ciamik mendiang Ben Anderson, 2004. Dalam pengantar itu Ben bukan cuma mendudukkan IdAB sebagai salah satu karya sastra luar biasa, melainkan juga menyebut penulisnya sebagai […]
Cina-nya Indonesia – Liston P Siregar
Waktu masih SD di Medan, masa awal 1970-an, Mamak punya tukang jahit langganan. Orang Cina tua berkaca-mata tebal dan selalu pakai celana piyama garis-garis biru tua. Kadang dia pakai baju piyama juga, tapi lebih sering pakai kaus kutang putih, yang kalau diingat-ingat lagi sekarang aku yakin merk Swan. Tokonya di Kampung Keling –namanya memang Kampung […]
Sekali Lagi, Tionghoa Atau Cina – Myra Sidharta
Pada masa ini, soal Tionghoa atau Cina merupakan hal yang mubazir dan sekaligus sepele bagi saya. Bukankah ada begitu banyak hal-hal yang jauh lebih penting dan lebih aktual untuk dibahas? Mundur atau tidaknya Gus Dur, Imlek sebagai hari Nasional, pencabutan TAP-TAP yang ternyata berjumlah 62 butir, bukankah semua ini jauh lebih penting? Ada apa lagi […]
Tionghoa Atau Cina, Di Era Reformasi – A. Dahana
Di tengah eforia reformasi dan proses demokratisasi di Indonesia ada satu isu yang tak kalah gencarnya diperjuangkan, yaitu tuntutan sebagian anggota masyarakat etnis Cina untuk menghapuskan penggunaan istilah Cina dan menghidupkan kembali secara resmi istilah Tiongkok untuk Negeri Cina dan Tionghoa untuk mengacu pada bangsa dan keturunan Cina. Tuntutan itu timbul didasarkan pada asumsi bahwa […]