Utang – Tosca Santoso
Duka mengambang, seperti laron lepas sayapnya. Mula-mula dengung itu bersliweran. Hilir-mudik di sepetak rumah Endi. Dari sana terdengar ratap tangis kian lirih. Sebelum Elis terjatuh di lantai. Diam. Tak bergerak. Tanpa suara. Duka perempuan yang baru ditinggal mati suaminya. “Pinjam uang ke pamanmu.” Itu kalimat pertama Elis setelah siuman. Heri, anaknya segera paham. Mereka perlu […]
Ladu
Tosca SantosoPenerbit Kaliandra, 322 halaman Matahari cepat sekali bangkit dari ke puncak bukit ini,. Panas segera menjalar ke dalam tenda. Membangunkan Arti dan Yanis, lebih awal dari biasa. Mereka tak sempat sarapan. Bahkan tak juga sekedar menyedu kopi. Kedua segera bergegas merapikan tenda, dan memasukkan barang bawaan ke dalam ransel panjang. Setelah meneguk air secukupnya, […]
Berapa Lama …
Di danau Inleaku bertemu Yesus.Ia masih berjalan di atas airtapi wajahnya kusutgemetar dibelai angin perbukitan. Kudengar letih ia berdoa :Bapa, berapa lama anak-anak ini mesti lapar kedinginan?Sebelum tiba hangatmu abadi… Di kota Baganaku berjumpa Buddha Gautamasenyumnya senjaseteduh candi di tengah kebun. Ia terus nyalakan dupayang seperti keringat petani,segera kering ditiup musim kemarau.Berapa lama :orang-orang tua […]
Kenangan
Hitam cemararebah merengkuh tepi segara.Ia simpan sepinya sendiri. Duh, Dewi Anjaniduka apa telah terjadiselama delapan abad kamu menanti ?Sedang sekejap Rindumu begitu melumpuhkan. Tiap tubir Sangkereangadalah pertanda bahagia kita.Pada tebing-tebing Gunung Baru Jarisemua harapan pernah kita tatah. Kalau nantiTulang-tulang lantak dihisap bumisesal itu tak perlu lagi. Kita tak bicara keabadian.Hanya sepiberpeluk hangat kenangan. Rinjani, 2012
Lelaki dan Kebunnya
Kaki kisut di tanah mengkeruttanah yang lama tak dibasuh hujan. Ia coba menggangsir-gangsirguludan yang tak lagi lurus.Mata tuanya tak sanggup bedakan : legok dan gundukanTapi ia terus berharapbenih masih akan subur disemaikan “Abah, nanti saja cangkul kebunnya. Tunggu hujan,” kataku.“Ada bibit wortel dan bawang daun,” katanya“Kalau ditabur sekarang. Pasti akan mati juga,” ujarku.“Ada bibit wortel […]
Penulis edisi 254
Tosca Santoso, wartawan yang mendirikan Green Radio dan mendirikan komunitas Sarongge di Jawa Barat, yang sudah diabadikan Santoso dalam buku berjudul Sarongge. Viktoriya Tokareva, lahir 20 November 1937 in Leningrad. Penulis naskah film dan cerita pendek. Karakter Tokareva cenderung orang biasa yang mengadapi persoalan sehari-hari, yaitu orang-orang yang dengan mudah berkaitan dengan para pembacanya. Dr. […]
ki hujan tak berbunga
Tahun iniki hujan tak berbungaputiknya rontok dikacau musim limbung seperti jiwakuyang terenggut jauh ke Timurbersama pergimu. Tahun iniki hujan tak berbungatak ada kelopak yang gugur melayangberbaring lembut di dedaunan. Tapi aku,akan terus menyapa cintamuSemesra musim bunga di hutan kita. Tiga tahun berlalusejak doa di kaki ki hujan.dibelai purnama Pasir Pogor. Hari-hari penuh warna dan harapan.Bahagia […]
sajak Hikayat Luka*
Tosca Santoso Malamadalahpersinggahanriwayatpedihkampung-kampungtua. AkusaksikanlerengGede membiru bekudukamereka yang kehilangan tanah. Tahunberlalu. Abad bertukarPenguasasilih berganti. Pasundanyang suburtak juga wariskan makmur. Esokhariperempuanbercaping bambukembaliterbungkukmemagutpucuk-pucuk tehsebelumsubuh berangkat jauh. Keringatmerekamenjelmaemas entah dimana(2009)
Gerimis
dibening matamumerintikair berpamitandikelu matakuadayang hanyut lepas genggaman Tanpamusepi pasti semakin menjadisesepigerimis sore hariyangmenghapus jejak puspadihutan kita Perihinitakkanhilang bersama masa.(2010)
Mencintamu
Mencintamuadalah liku menyusur kali di pegunungankian lama kian sempit dan sunyi.Tapi tak pernahkulepas harapan.Mencintamuibarat mengikut gerak bintang di gelap malamkian hari kian jauh dan tak berujung.Tapi itu tak pernah kusesali. Sebab bersamamu adalah waktu terbaikdari umur manusia yang teramat pendek. Cinta kitamengalahkan hidup yang sia sia.(2011