Penulis Edisi 189

Wien Pengembara, peraih anugerah Adiwarta Sempoerna 2008, sehari-hari bekerja sebagai Pemred Tabloid GayoLand. Rama Yunalis Oktavia, karyawan sastra, tinggal di Bekasi. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.__

Mata Elang, Temanku

Wien Pengembara Hari ini aku bertemu Mata Elang. Matanya masih setajam pisau, yang selalu diasah. Kilauan di matanya seakan tepat menikam  jantungku. Siapa sangka, sorot mata itu kulihat lagi. Sekian lama, takdir lewat celah-celah waktunya telah mempertemukan  kami. Aku seakan tidak percaya: benarkah sosok di depanku adalah Harun bin Sulaiman, si Mata Elang yang punya […]

Motor Butut dan Pengemis

Wien Pengembara Tanganku berhenti di keybord laptop. Tiba-tiba benakku kacau: berbagai pikiran berkecamuk. Beban berat yang makin sarat. Aku mulai bimbang apakah menyelesaikan tulisanku ini atau tidak. Kutarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan-lahan. Kutinggalkan laptopku sejenak, membiarkan layarnya tetap menyala.  Terngiang lagi di telingaku kata-kata Zikri, sahabatku, saat bertandang ke rumahnya minta pinjaman untuk bayar […]

Penulis Edisi 188

Ani Mulyani, karyawan swasta di Jakarta dan mahsiswa Universitas Dr. Moestopo Wien Pengembara, peraih anugerah Adiwarta Sempoerna 2008, sehari-hari bekerja sebagai Pemred Tabloid GayoLand. Dewi Penyair, bukan dari keluarga penyair dan bukan mau menjadi seorang penyair tapi tulisannya -pengkauanny- adalah perasaaan jiwa yang mengimbangi kesetaraan pikiran. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden […]