Menguak Logika Terorisme

Gendhotwukir Kita tentu sepakat Islam adalah agama yang toleran dan membawa damai. Tapi kita sering terhenyak dengan rentetan teror bom bunuh diri di tanah air atas nama pelaku-pelaku yang beragama Islam. Para teroris masih berkeliaran dan terus memperluas jaringan. Islam sebagai agama yang toleran dan membawa damai telah dinodai dan dijadikan kendaraan ideologi oleh sekelompok […]

MORE
Meratapi Permainan Tradisional

Gendhotwukir Banyak orang tua yang sering mengeluh karena anaknya kecanduan game-game modern. Anak-anak mereka tidak lagi akrab dan bahkan kurang mengenal permainan tradisional, seperti gobak sodor, petak umpet, cublak-cublak suweng, tergantikan dengan keasyikan main  PS 2, bercengkrama dengan game komputer, dan suka nongkrong di game center berjam-jam lamanya. Mereka kecanduan game-game modern dan tak jarang […]

MORE
Dari Mana Datangnya Sastra

M Arpan Rahman …seekor ikan telah berkepak terbangair itu masih sekeras batu… Apakah sastra itu seperti ini? Sultan Ahmad Najamuddin, setelah penyerangannya tidak berhasil, melarikan diri ke daerah pedalaman menggabungkan diri dengan kaum pemberontak di daerah Ogan. Akan tetapi karena ditinggalkan pengikut-pengikutnya, pada bulan Agustus 1825 Sultan menyerahkan diri pada pasukan Belanda. Atau, inikah sastra? […]

MORE
Krisis Ideologi Perfilman Nasional Catatan kecil dari Indonesian Movie Awards 12 Mei 2007

Imron Supriyadi Bangkitnya kembali dunia perfilman Indonesia, yang ditandai Festival Film Indonesia (FFI) 2004, sudah barang tentu patut disyukuri oleh semua pihak. Paling tidak, setelah “tertidur pulas’ selama kurang lebih 10 tahun (1993–2003), dunia perfilman di Indonesia kembali menggeliat. Seiring dengan ini, semangat (ghirah) sineas Indonesia, juga turut bangkit, ditambah lagi dengan munculnya sineas muda […]

MORE
Rasio Sastra, Mengenang Pramoedya Ananta Toer

M. Arpan Rachman “Setiap manusia yang hidup akan menemui kematian…” Pramoedya Ananta Toer adalah sastrawan yang menjelma bagai sebuah ikon tentang kebebasan yang dibungkam. Sebagai pengarang, dia mendapatkan nama besar dari penjara ke penjara, menjadi orang hukuman. Mula-mula dijebloskan pada Aksi Militer I Belanda, kemudian ditahan dan dibuang oleh rezim yang pernah berkuasa di Indonesia. […]

MORE
Belanda, Pengkhianatan dan Pahlawan

Polemik Sultan PalembangT. Wijaya Kesultanan Palembang Darussalam sudah lama bubar. Tepatnya dibubarkan oleh kolonial Belanda pada 1825. Namun, selama tiga tahun terakhir, ada keinginan untuk menghidupkan kembali kesultanan tersebut. Pada mulanya Raden Mas Syafei Prabu Diraja, seorang perwira polisi, mengklaim dirinya sebagai Sultan Mahmud Badaruddin III. Dia mengklaim dirinya sebagai sultan setelah mengaku menerima wangsit. […]

MORE
Saya Tidak Mau di Surga Sendirian

T. Wjaya Sama seperti orang Indonesia lainnya, saya miskin. Sama seperti manusia lainnya, saya banyak dosa. Sama seperti semua makhluk di langit, dan di bumi, saya tidak tahu apa-apa. Tapi, saya tidak mau masuk surga sendirian, meskipun itu kehendak Tuhan. Saya tidak dapat membayangkan, bagaimana hidup abadi di surga sendirian. Hidup dengan kemewahan, dikelilingi bidadari […]

MORE
Rantai Kekerasan di Timor Lorosae Terus Berlanjut

Selma W. Hayati Sabtu, 29/04, pagi sekitar jam 7.00 jalanan Ailoklaran menuju Radio Timor Kmanek (RTK) mulai dilewati beberapa mobil yang penuh dengan penumpang dan barang-barang keperluan sehari-hari, termasuk kasur.  Terlihat seorang ibu menggendong bayinya diikuti lima anaknya berjalan tergesa-gesa dengan wajah ketakutan.  Igo, 7, di depan warung kecil di sudut jalan asyik bercerita bunyi […]

MORE
BBM, Perlu Naik atau Tidak?

Yopie Hidayat Memang sudah naik, tapi masih beredar perdebatan apakah memang perlu naik atau tidak? Atau persisnya apakah subsidi BBM memang perlu dicabut? Sebenarnya subsidi BBM cuma soal pembukuan. Jadi mari kita ibaratkan pemerintah adalah sebuah korporasi yang berdagang minyak. Dan mari kita satukan seluruh duit minyak ke dalam satu account, kita keluarkan dari anggaran […]

MORE
Rekonsiliasi dan Tragik Spanyol

Aboeprijadi Santoso Angel Salamanca dan Luis Royo adalah dua warga Spanyol yang merasa terpanggil selaku patriot. Dalam perang saudara (1936-39), Salamanca memihak diktator Jendral Besar Franco, kemudian membantu tentara Hitler melawan Soviet. Sepeninggal Franco, dia jadi simbol dari Spanyol yang pro-fasis. Sebaliknya, Royo adalah pejuang sayap kiri yang melawan fasisme Franco, kemudian memerangi tentara Nazi-Jerman […]

MORE