Dari Dukuh-Krakatau

Wing Kardjo (1958) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

*Untuk Surachman R.M. dan Budiman S, kawan lama danb teman bersepeda

Kereta barang malam-malam menyemburkan bunga api
merah menyobek-nyobek badan hitam
menjeritlah nada tinggi mengoyak-ngoyak sepi
menyemburkan amarah dan dendam

(Biar lebur, biar luluh
dalam panas liang-liang tubuh
yang menunggu
di pasar-pasar kembang)

Adalah awal tembang yang sumbang
gubuk tumbuh tanpa tiang
lelaki menggali-gali lubang
memotong akar-akar pohonan

(Datanglah padaku yang terlunta
melepaskan kembara
menjerit
mengutuk langit!)

Adalah akhir tembang yang malang
timbunahn sampah yang sepi
lelaki menggali-gali lubang
menyiapkan kuburan sendiri

(Datanglah padaku yang tersesat
memuntahkan dosa
sekarat
menyerahkan langit)

Adalah ujung tembang yang hilang
di pasar-pasar kembang
perempuan bagai bayang-bayang
menunggu saatnya tumbang
***

pencerita

Leave A Comment