Teluk Jayakatera


Amir Hamzah (1941) – Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Ombak memecah di tepi pantai
Angin berhembus lemah lembut
Puncak kelapa melambai-lambai
Di ruang angkasa awan bergelut

Burung terbang melayang-layang
Serunai berseru, “adikku sayang”
Perikan berjanji, berimbang-imbang
Laut harapan hijau terbentang

Asap kapal bergumpal-gumpal
Melayari tasik lautan Jawa
Beta duduk berhati kesal
Melihat perahu menuju Samudera

Musyafir tinggal di tanah Jawa
Seorang diri sebatang kara
Hati susah tiada terkata
Tidur sekali haram cendera

Pikiranku melayang entah ke mana
Sekali ke timur sekali ke utara
Matamu memandang jauh ke sana
Di pertemuan air dengan angkasa

Di hadapanku hutan umurnya muda
Tempat asyik bertemu mata
Tempat masyuk melagukan cinta
Tempat bibir menyatukan anggota

Pikiranku lampau datang kembali
Menggoda kalbu menyusahkan hati
Gelak gadis membawakan rindu
Terkenangkan tuan ayuhai yayi

Teja ningsun buah hatiku
Lihatlah limbur mengusap gelombang
Ingatlah tuan masa dahulu
Adik guring di pangkuan abang?

***