Pasar Ikan

Bahrum Rangkuti (1948) – Djakarta Dalam Puisi Indonesia Senja sepoi melingkung Pasar Ikan, sinar lembutmembuai tebaran kolam. Di sepanjang pantai dan pematanglena mengapung jung, tongkang, sekonar dan lancangkuning, letih pulang dari laut Dan di ujung pandang mata kemilau langit Tanjungdi mana kapal dan gudang berpautmurni alam antero, pudar melengkungke gaib langit dan laut Dan nun […]

MORE
Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Pengantar 1

Liston P Siregar Toko buku Jose Rizal Manua di TIM seperti sebuah sanctuary di Jakarta, bisa dalam pengertian tempat suci, atau tempat pengungsi, maupun wilayah untuk melindungi kelangkaan. Antara pertengahan Agustus hingga pekan pertama Oktober, saya menjadikannya semacam tempat penantian pengungsi. Selepas kerja jam 6-an, saya berenang di kolam renang Cikini di sebelah TIM, dan […]

MORE
Teluk Jayakatera

Amir Hamzah (1941) – Djakarta Dalam Puisi Indonesia Ombak memecah di tepi pantaiAngin berhembus lemah lembutPuncak kelapa melambai-lambaiDi ruang angkasa awan bergelut Burung terbang melayang-layangSerunai berseru, “adikku sayang”Perikan berjanji, berimbang-imbangLaut harapan hijau terbentang Asap kapal bergumpal-gumpalMelayari tasik lautan JawaBeta duduk berhati kesalMelihat perahu menuju Samudera Musyafir tinggal di tanah JawaSeorang diri sebatang karaHati susah tiada […]

MORE
Penulis Edisi 213

Idrus F. Shahab penyair dan pemetik gitar flamenco Liston P. Siregar editor ceritanet.com Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 ketika mau melanjutkan sekolah menengahnya, belajar menulis dan memilih kesusastraan sebagai pilihan hidupnya di sana, memimpin majalah Suluh Peladjar (1953-1955), Prosa (1955) dan Budaja Djaja (sejak 1968). Pernah memimpin Madjalah Sunda […]

MORE
Khaidir

Idrus F Shahab Nanti, di penghujung sungai inipada kelokan terakhirkebenaran akan berlabuh… di bawah langit sekelam jelagaberbendera merah, hijau, lilin, dan pagar kawat berduri Khaidir lahir di laut, hadir di laut,datang ketika orang pergipergi ketika orang kembalimelihat yang tak terlihat, muara segala dialektik Khaidir berjubah angin, berselimut gelombangtubuhnya gemetar seperti benderameratap seperti hujanmenanti seperti daun […]

MORE
Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Kata Pengantar

Ajip Rosidi Apabila seorang penyair menyebut atau menyanyikan tentang suatu kota atau tempat dalam sajaknya, niscaya karena ada atau pernah terjadi hubungan, paling tidak tidak pertemuan antara si penyair dengan kota atau tempat itu. Suatu kota, suatu tempat, yang suatu kali menyentuh hati si penyair atau seniman lainnya, membangkitkan inspirasinya untuk menulis puisi atau membuat […]

MORE