Pasar Ikan


Bahrum Rangkuti (1948) – Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Senja sepoi melingkung Pasar Ikan, sinar lembut
membuai tebaran kolam. Di sepanjang pantai dan pematang
lena mengapung jung, tongkang, sekonar dan lancang
kuning, letih pulang dari laut

Dan di ujung pandang mata kemilau langit Tanjung
di mana kapal dan gudang berpaut
murni alam antero, pudar melengkung
ke gaib langit dan laut

Dan nun di kapal Mangkasar
anak laut bernyanyi bermain gitar
lagu langit dan laut: pantai Paso, malam pualam…

Kumandang mendengung, hilang mengalun dalam getar
dan aku mengayuh biduk: terbang burung camar
dipeluk langit. Dan mentari mulai terbenam…

***