Revolusi

Gatot Arifianto


di sore kuning ketika surga tak juga surut dari fantasi
dan headline yang selalu saja digaungkan pada kemarau dengan gergasi
daun daun berbaring dengan senyum hening

siklus begitu bening menanamkan takdir

dan senyap lengkap
seperti manifesto ruh di tebing cinta yang do
: tangkap darwis yang bernyanyi dalam manuskrip!

sebelum noks dan bumi jadi atlantis
degup gerimis membangun hujan akbar
Nusantara 2008