Surat Kepada HB Jassin 3

Surat Kepada HB Jassin 3
Chairil Anwar

(Kartu pos 8 Maret 1944)
d/a R.M. Djojosepoetro
Paron
Jawa Timur

Jassin,
Tidak Jassin aku tidak akan kembali ke prosa seperti dalam pidato di depan ‘Angkatan Baru’ dulu! Prosa seperti itu sebenarnya membubung, mengawang tinggi saja karena keintensiteitan menulis serasa aku menderita jadinya, tetapi tidaklah setelitinya sekali lagi, dengan proses seperti itu aku tidak sampai ke perhitungan (afrekening). Sedangkan maksudnya aku akan bikin perhitungan habis-habisan dengan begitu banyak di sekelilingku.

Dan garis-garisku sudah kudapat, harga sebagai manusia (menselijke waardigheid) dengan kepribadian. Lapanganku bergerak sudah kutahu pula, sebenarnya di mana-mana saja, tetapi jika dikususkan di lapangan kesusasteraan, seni rupa dan sandiwaralah.

Prosaku, puisiku juga, dalamnya tiap kata akan kugali korek sedalamnya, hingga ke kernwoord, ke kernbeeld. (Sudah kumulai dengan sajak-sajak penghabisan, “Di Depan Kaca”, “Fortissimo” dll).
***

Sampai sini.