Kawanku dan Aku

Kami jalan sama. Sudah larut
Menembus kabut
Hujan mengucur badan

Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan

Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat.

Siapa berkata?

Kawanku hanya rangka saja
Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa!

Sudah larut sekali
Hingga hilang segala makna
Dan gerak tak punya arti

*Versi Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus
15 Juni 1943