Badai Anak Nelayan

Bambang Saswanda pecahan kaca dalam air matamenitikan racun dalam gamangmenyibakan luka-luka seperti terbawa ombakkepedihan yang teramat menganiaya sudah singgah dalam senja ada dua bocah setengah berbajuberbaris di jilat badaimenelentang menantang hujandi balik punggung-punggung mata kail menancap pongah anak nelayan dalam persaksianmenghitung setiap derak nyiur yang mengerlap merantai kunang-kunangmelambung setinggi bintang-bintang kejoramenyapu langit dengan ijuk luka […]

MORE
Tanah Merah

pagi ini kupesan crysant ungudan mawar putih bersih, harum dan sucikuselipkan lily kuning keceriaandan pita warna emas bersinar aku sayang kau sore ini kupilih gaun hitamdan kacamata gelap pengusir silaukubawa air sejukdan sebungkah rindu kulihat bungakudi atas tanah merah pusara aku rindu kau***

MORE
Sumbang

terkutuklahcinta yang berderak-derak di pangkalan telingamengingang laju kumuhbersenggama hina kau bertanya pada sengsara sepasang sekoci berlumur lumutmembatu bersama karangdaripada kau terjungkal ke lautanmari kita eja perhelatan dengan semestinya terkutuklahcinta ditambah cinta menjadi sampahterciumi sengatan membesarkan arwah di dalam kubursungguh..kuncilah hati sebelum kau terbawa digiling kunyah peradaban kau gilir dengan martabat sumbangkau gulai mentah dalam belanga […]

MORE
Embun Bandung

Rama Yunalis Oktavia sejenakdari ritme kerja yang mendesak seluruh otot dan otakmenghirup setiap tarikan nafasdari kesejukanwalau dingin menggigit tulang belulangku dingin malamdan tanah basah sisa hujan terdudukdiitemani temaram lampu yang meneduhkan mata asap hangat dan sup pangsittawa dan obrolan masa lalupenghangat malammanis seakan gulatak ingin rasanya malam beranjak semakin malammata dan badan menahan dinginhidangan tak […]

MORE
Monolog Sudut Hening

Gendhotwukir: Buat Theresia Novita Hapsari Aku tidak tahu bagaimana aku harus menyebutmu? Teman, kenalan, famili, sahabat, kekasih, kakak atau seorang yang sungguh-sungguh asing. Aku memang mengenalmu dan mengetahui dirimu sejak pertemuan itu. Pertemuan yang terus mengalami pemaknaan. Pertemuan yang tidak harus menyejajarkan muka. Pertemuan itu mengabadikan kenangan yang tak seorang pun akan bisa mudah melupakannya. […]

MORE
Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi 4. Dukungan Genesiss Kasus Sintong berbuntut panjang, seperti yang kuduga. Malam itu Sintong masuk rumah sakit, keluarganya menuntut Mbah Hudi dan tensi darah Mbah Hudi mendadak naik. Untung tidak stroke. Mbah Hudi seperti terhempas dari tungku peradaban. Ia benar-benar terpukul. Mbah Maryuni, istri Mbah Hudi menangis. Ia menyesalkan peristiwa itu. “Oalah Lif, gara-gara […]

MORE
Penulis Edisi 169

Gendhotwukir, penyair dan jurnalis dari Komunitas Merapi. Pernah belajar di Philosphisch-Theologische Hochschule Sank Augustin Jerman. Bambang Saswanda, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan. Rama Yunalis Oktavia, karyawan sastra, tinggal di Bekasi. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.___________________

MORE