Sajak Putih

Chairil Anwar Bersandar pada tari warna pelangiKau depanku bertudung sutra saljuDi hitam matamu kembang mawar dan melatiHarum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tibaMeriak muka air kolam jiwaDan dalam dadaku memerdu laguMenarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbukaSelama matamu bagiku menengadahSelama kau darah mengalir dari lukaAntara kita Mati datang tidak […]

MORE
Sajak Putih

buat tunanganku Mirat Bersandar pada tari warna pelangiKau depanku bertudung sutra saljuDi hitam matamu kembang mawar dan melatiHarum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tibaMeriak muka air kolam jiwaDan dalam dadaku memerdu laguMenarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbukaSelama matamu bagiku menengadahSelama kau darah mengalir dari lukaAntara kita Mati datang […]

MORE
Penulis Edisi 266

Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua MULO ke Jakarta, tempat ia […]

MORE
Teheran Dalam Stoples

-. Dia“Kau baik-baik saja kan?” tanya ibu beberapa minggu kemudian.“Ya. Aku baik-baik saja.”“Kau yakin?”“Ibu… pernahkah ibu merasa kalau kita asing di tempat kita?”“Iya. Itu rindu sayang. Apa yang kau rindukan?”“Masa laluku.” Aku mulai merapikan rambutku dan beranjak menuju sekolah. Aku menata setiap jengkal penampilanku karena aku mau penampilan yang sempurna. Aku mendengar Khasan mengeluarkan sepedanya. […]

MORE
G3 WA 3 (Gara-gara Grup WhatsApp)

Ada satu kelemahan kerja malam yang tak bisa kuatasi: lapar dan makan. Istriku bilang bawa saja buah, “Bisanya kau tahan. Lapar ada di pikiranmu jadi lawan dan nanti hilang sendiri. Yakinkan kau yang menang,” nasehatnya kayak Mario Teguh. Aku tak suka Mario Teguh -bahkan sebelum heboh kasus menolak anaknya itu- dan juga kawan-kawan sejenisnya. Jadi […]

MORE
Dalam Kereta

Dalam keretaHujan menebal jendela Semarang, Solo… makin dekat sajaMenangkup senja Menguak purnamaCaya menyayat mulut dan mataMenjengking kereta. Menjengking jiwa, Sayatan terus ke dada*** 15 Maret 1944

MORE