Sajak Putih


buat tunanganku Mirat

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra salju
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…

Buat Miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri, dan kuberi jiwa seagala yang dikira orang mati di alama ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku
***

13 Januari 1944
Versi Kartu Pos