Taman Mishima

Dunia berlanjut menjadi dirinya sendiri. Ada pengasingan tiba-tiba merasuk dari cermin itu.Pemahaman setiap kali gagal menjelaskan tatapanmu. Maka taman berduka pun tumbuh dari reruntuhan di belakangmu.Mereka mewujudkan diri berupa bunga-bunga tanpa warna. Barangkali ada yang lebih dulu berteriak pada batu-batu berlumut itu.Namun mereka terbang dengan pengetahuan seekor lebah. Sebab bahasa telah dilumpuhkan menjadi dengung tengah […]

MORE
Percepatan Ruang

Arie MP Tamba Sebuah percepatan telah meleburnya menjadi pengulangan-pengulangan.Menciptakan kebosanan-kebosanan yang sama bagi setiap persetubuhan. Lukanya kemudian menganga telanjang seperti sejarah orang lain.Dan sayap-sayap kemarahan melengkapi perhitungannya. Ia pun merumuskan dirinya sebagai api tengah malam.Dan memarak tanpa ragu pada gelap-gelap matamu. Tapi tubuhnya selalu ringan dan berkelompok seperti awan.Meluas tanpa sebuah puncak sebagai penjelasan. Ruang […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 84

Arie MP. Tamba, penyair dan penulis cerpen kelahiran Medan ini kini tinggal di Bekasi. T. Wijaya, pegiat sastra yang tinggal di Palembang. Mia Singgih, tamat dari Fakultas Sastra UI dan kini tinggal di kota kecil Hilperton, Inggris. Senang bercocok tanam, jalan di alam lepas dan nulis puisi. Hayat, sehari-hari bekerja sebagai karyawan di Jakarta dan […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 59

Arie MP Tamba, penulisdi Bekasi, M. Najib Azca, pernah jadi wartawan Detik pra-bredel yang sekolah di Australia, Selma W. Hayati alias Selma Hayek, , pegiat HAM TImor Leste yang sedang sekolah di LondonImron Supriyadi, anak Palembang yang aktif di dunia kesenian tapi juga anggota partai politik,

MORE
Batu-batu Kuburan

Arie MP Tamba Di kampung-kampung di desa tepi sungai itu, adalah pantang menggali tanah. Maka bila seseorang akan dikuburkan, ia pun akan direbahkan di atas tanah, dan kemudian ditimbuni dengan batu-batu. Maka mereka kembali mengangkati batu-batu sungai itu ke tengah kampung. Menyusunnya di atas tumpukan batu-batu yang berhasil mereka kumpulkan kemarin dan hari-hari sebelumnya. Mereka […]

MORE
Api Membakar Gereja

Arie MP TambaIa kembali memandangi api itu di dalam mimpinya dan menjadi panik. Bagaimanapun ia harus menemukan cara untuk menyampaikan mimpi itu kepada orang-orang. Tapi anak-anaknya benar-benar tak berperasaan. Mereka memandanginya seperti seorang cacat yang tak berguna. Mereka menanggapinya secara tak serius, seolah ia hanya akan menceritakan sesuatu yang tak penting. Mereka tak menaruh hormat […]

MORE
Api Membakar Gereja

Arie MP Tamba Ia kembali memandangi api itu di dalam mimpinya dan menjadi panik. Bagaimanapun ia harus menemukan cara untuk menyampaikan mimpi itu kepada orang-orang. Tapi anak-anaknya benar-benar tak berperasaan. Mereka memandanginya seperti seorang cacat yang tak berguna. Mereka menanggapinya secara tak serius, seolah ia hanya akan menceritakan sesuatu yang tak penting. Mereka tak menaruh […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 52

Arie MP Tamba, penulis tinggal di Bekasi. Bramantyo Prijosusilo, pegiat ‘happening art’ yang tinggal di London dan Yogya. Syam Asinar Radjam, anak Palembang ini menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.

MORE
Tarian Jenazah

Arie MP Tamba Perjalanan ini pastilah menuju negeri mati. Dingin di sekitar. Bangku-bangku banyak yang kosong. Penerbangan terakhir ini berangkat terlalu malam. Dari lapangan terbang tadi yang tergambar adalah pemandangan menjelang tidur. Kabarnya, karena sejak sore cuaca sangat buruk, beberapa penumpang telah menunda penerbangan mereka untuk esok pagi. Tinggal aku dan beberapa orang tua, yang […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 48

Arie MP Tamba, penulis yang tinggal di Bekasi. Liston P. Siregar, wartawan yang belajar menulis non-berita. Syam Asinar Radjam, anak Palembang ini menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.

MORE