Qizink La Aziva
hari ini
stasiun cikini
kita kembali bertanya tentang sebuah kota tak berpeta
kereta telah melaju
lagu anak anak, suara sitar, instrumen tutup botol, dibawa angin entah
kemana
dan matahari terkapar menahan dahaga
lapar
di ujung langit, burung gagak memainkan paruhnya yang runcing
mencoba memangsa seekor cacing
di pinggir kali, ikanikan mengantuk
mengutuk cuaca hitam
tapi duka itu
masih coba kita maknai dengan airmata
dengan cinta dengan katakata
dari stasiun cikini
kita berjalan
menyusuri semua kemungkinan
menemukan kota.
Jakarta, 9 Maret 2003