Cerita Sastra

Qizink La Aziva Sastra, begitulah perempuan tua yang dulu pernah tinggal di perkampungan kumuh Kali Code menyebut namanya, perempuan berkulit jeruk purut yang telah mengasuh dan membesarkan dirinya. Ia tak tahu (dan tak mau tahu) mengapa perempuan yang seminggu lalu mati diserang diare itu memberinya nama Sastra. Sastra tak perduli dengan sebuah nama! Dari perempuan […]

Tentang Penulis Edisi 72

Qizink La Aziva, tulisannya berupa cerpen, puisi, dan esai dimuat di berbagai media. Puisinya juga masuk dalam Antologi Puisi Digital Cyberpuitika (YMS, 2002), Sembunyi Sampai Mati ([s3], 2003), Sketsa (2003). Salah satu cerpennya ikut dalam antologi cerpen Kaca Mata Sidik (Senayan Abadi, 2004) Aktif di Rumah Dunia dan Forum Lingkar Pena cabang Serang. Dodiek Adyttya […]

Lalu Waktu

jarum itu selalu sama berputar-putar dengan bunyi yang pula sama TAK! menjemukanaku ingin nada beda TIK! misalkan lalu waktu bersemedi dan matiAnyer, 12 Desember 2003

Ranjang Pengantin

ranjang pengantin. bauaroma kembang semusim.ada pelangi sembunyidi balik kain lalu hujan datangmembasahi ladang akar dan benih tanamnamun sepi yang merajatak juga hanyut dari taman hampa begitu desah. begitu resahranjang pengantin. mengutukimatiAnyer, 12 Oktober 2003

Persembahan

: TstRQizink La Aziva mungkin ini kali waktunyakita kembali membuka kandagamemunguti jejak masa laluberserakan di antara puing-puingbebatuan karang dan lumut hitam tapi siapa yang kan baca rawi inibersama aroma makam tuabila babad singgasanalebih bermakna pada dupa dan mantra-mantra pangeran,padamu kupersembahkan saja sajak ini.Anyer, 30 September 2003

Tentang Penulis Edisi 70

Selma Hayek, pegiat HAM tamatan SOAS London, kini tinggal di Dilli.Moyank, Tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia. Karyanya pernah dimuat dalam beberapaAntologi Puisi Bersama, antara lain: The Consuming Flame (International Library of Poetry 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa 2001), Cinta Pohon Tamar (Jahabersa 2003). Qizink La Aviza, Tinggal di Anyer. Karyanya dimuat di Fajar Banten, Harian […]

Merindukanmu

malam dengan hujan mendaratpada lembar kertas bekukulukis wajahmu pada sampul suratdengan garis angin deru senandung ricik tanah basahaku resahmerindukanmuAnyer, 21 01 03

Tentang Penulis Edisi 65

Sitok Srengenge, penyair tinggal di Jakarta dan pegiat di Komunitas Utan Kayu.Qizink La Aviza, Qizink La Aziva, lahir di Serang, karyanya dimuat di berbagai media dan aktif di Pustakaloka Rumah Dunia maupun Sanggar Sastra Serang

AH

mayatmayat telah diserahserakkan kerandakeranda telah diusung doadoa telah dialamatkan mantramantra telah dibacakan orangorang telah dibatubutakan didepan pintunya sejenak kita menengok apakah jubah tuhan telah dicuri, sedang bersendawa bersama bidadari atau tuhan memang sudah mati ah,kita tak pernah diberi tahu untuk apa sebuah kemenangan diperjuangkanCilegon, 13 Mei 2003

Ini Bukan Puisi :TSP

Qizink La Aziva kudengar suaramu gema, dalam nyanyi sunyi sukma. ada meresah, pada daun kering merekah.ada cinta, pada guguran kata. “ini bukan puisi”katamu dari pojok warung nasi gudeg lesehan malioboro yang mulai malam ditinggal para seniman. :sabarlahsi mbok sedang menyeduh air, wedang jahe yang selalu kita rindukan, kita reguk bersama di puncak merapi. lalu kita […]