seorang bocah berwajah resah
meraup darah membuncah
dari tubuh ayah
pada subuh yang indah
kenapa mesti ada tentara
kenapa mesti ada senjata
kenapa mesti ada perang
di tanah kami yang gersang
lihatlah, di langit sana
lima puluh bintang mengangkang
memuntahkan bolabola api
ke tengah negeri kami
seorang bocah di tanah bashrah
memunguti percikpercik darah
dan telinganya mungkin kelak akan terbiasa
mendengar peluru beradu
Anyer, 20 Maret 2003