Moyank
malam ketika kaurajut tawa
denting pianomu meliuk mengudara
sedang aku membaca puisi cinta
musikalisasi mengusik gairah kita
kembang mawar putih di atas meja
korden lipit-lipit yang terbuka
angin laut menyisir rambut
dari balik jendela kaca
kita acuh dengan angin dengan dingin
yang berdesir lincah
gerayang seluruh tubuh
lihatlah!
bulan penuh purnama
ia bercerita:
–ada bidadari tertawa
dan kepingin memadu cinta
malam ini
di balik selimut mega—