secangkir kopi susu
dan hembusan asap rokok
itu yang kumau pertama kali
saat fajar membelah mata

kala matari mulai memancar
kidung embun di pucuk daunan
dengung kumbang di kuncup bunga
kata-kata berderet rapi di agenda
melahirkan puisi-puisi pembuka masa

o puisi cinta ini
sejak malam tadi
ternyata menggeliat
di ujung sunyi

ayo kemari
kubaca engkau berulangkali
sebagai mantra dan doa pagi hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *