Siapa yang tiba-tiba cemburu melihat kita mengisap luka dan menebar begitu banyak benih cinta di atasnya? Siapa yang kemudian tersenyum malu mengintip kita menari-nari dan menyanyi ketika hujan berkerumun bertepuk tangan seolah anak-anak yang diberi kembang gula? Siapa pula yang berbisik ingin ikut sambil meniupkan aroma purba yang dibawa Adam dan Hawa ketika terpaksa turun dari surga?
Menteng, Januari 2002