kau pun pulang
          menggedor pintu
  yang terbuat dari asap
   masih kau hitung
   koreng yang mekar di jantungmu

                       rumah ini mandul
      di lantai,
              tergeletak beberapa mangkuk
  sop diskriminasi keluarga
   sendok-sendoknya terpelanting menjadi beling

      seperti knalpot bocor
        yang meludahi truk-truk kuno lewat
          di dalam knalpot itu, amarahmu mengendap
              jadi daging yang tak pernah digoreng
                    lalu bumbu-bumbu luka bersenyawa dengan bensin

   tapi kau tetap pulang
               dengan kepala di telapak kaki
         kaki di balik jeruji awan
      awan bertumpah darah hitam
                      lengkinganmu yang hitam
      berserakan
        ambruk
     mei, 2004

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *