Tentang Penulis Edisi 81
Liston P. Siregar, editor ceritanet, Amir Ramdhani, mahasiswa Universitas Nasional Jakarta yang aktif menulis puisi sejak SMP.Dalipin, tamat dari UGM, jadi wartawan di Detik sampai dibredel dan sekarang tingga di London
Keping Kenangan, kumpulan memoar orang biasa
Liston P. Siregar Penulis : Heyder Affan, Selma W. Hayati, Rhuly Nyomandani, Ningrum Natasya Sirait, Andi Prawira, Eliakim Sitorus, Susan Ismianti, Liston P. Siregar, Farah Rahmat, Ging Ginanjar, Hendri Kremer, Hayat, Maya Susiyani, Nabiha Shahab, Titi Irawati, Ahmad Taufik, Arie M.P. Tamba, Dody Iskandar, Deny Suwarja, Dodiek Adyttya Dwiwanto, Syam Asinar RadjamKata Pengantar : Bambang […]
Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Yury menemukan rumah itu di ujung Jalan Brest dekat Gapura Tver. Rumah ini berbentuk barak batu yang tua, dibangun di sekitar pelataran, dengan tangga kayu beratap yang merayapi tembok-tembok pelataran. Hari itu para penyewa lagi mengadakan rapat umum yang sebelumnya sudah diatur dengan […]
Botol-botol kepada Sutardji Calzoum Bachri
inilah botol-botol yang harus kupecahkan, tarji botol-botol ini lembek seperti bakso yang tak terbayar tadi siang dalam botol-botol ini bermukim kerajaan iblis mangkokmangkok kosong sendoksendok terpelanting baksobakso yang pecah diparut usus dan, botol-botol yang telah jadi belingmei, 2004
Kartu Merah Hitam
aku telah menggenggam kartumu dan bisa saja kubolakbaliksambil menjungkirbalikkan kartumu ke dalam selokan dendam sebab moral adalah kertas yang lekas terbakarmei, 2004
Diskriminasi Keluarga
kau pun pulang menggedor pintu yang terbuat dari asap masih kau hitung koreng yang mekar di jantungmu rumah ini mandul di lantai, tergeletak beberapa mangkuk sop diskriminasi keluarga sendok-sendoknya terpelanting menjadi beling seperti knalpot bocor yang meludahi truk-truk kuno lewat di dalam knalpot itu, amarahmu mengendap jadi daging yang tak pernah digoreng lalu bumbu-bumbu luka bersenyawa dengan bensin tapi kau tetap pulang dengan kepala di telapak kaki kaki […]
Lipstik Plastik Motor
Amir Ramdhani perempuan itu memolesi jantungnya dengan lipstik menyala redup tembok tembok menyusun tubuhnya dari batubata masa silam yang berceceran tanpa semen lalu seperti plastikplastik hitam serupa malam yang dikerandakan perempuan itu mengelap tapaktapak lipstik di jantungnya 21 april 2004
Kucing Hitam
Dalipin Aku kembali terbangun dari tidurku, basah kuyup dengan keringat. Mimpi buruk itu datang lagi. Seekor kucing hitam besar mengejar-ngejar aku, matanya tajam menembus dinding hati, cakarannya menyayat lebih tajam dari pisau. Setiap kali aku lawan, tubuhnya menjadi membesar, terus membesar hingga dua kali lebih besar dari aku. Ketika seluruh jengkal kulitku telah tersobek-sobek, seperti […]