kesunyian ini
kapankah segera berakhir?

hening telah membisukanku
hati menjadi demikian murung
rindu tergantung di dahan harap
sedang buah cinta tak mampu kudapat

kesunyian ini
bilakah tergantikan dengan keramaian?

walau aku mampu untuk menahan
segala perih dalam dada
namun aku tak sanggup mengusap air mata
yang terus mengalir dari
telaga matamu yang indah itu

setiap kunyalakan lilin
bukan cahaya kegembiraan yang terjalin
hanya diam yang tak pernah terjawabkan
dan ribuan pertanyaan berhamburan
di pinggir-pinggir jalan
Tanjung Santan, 23 Juli 2004

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *