Balada Pak Nyeleneh, Seorang Guru SMP
Deny Suwarja Dustamin, begitulah teman-temannya memanggil dia. Sebutan tersebut disematkan oleh teman-temannya di dada Dustamin, karena ia seringkali melakukan perbuatan atau perkataan yang lain di hati lain di mulut. Seperti guru kebanyakan, Dustamin ingin membangun rumahnya yang kecil menjadi gedung yang menurutnya adalah prestise dari keberhasilan seseorang. Dengan alasan untuk mengamankan SK-nya dari kebakaran atau […]
Berkoalisi dengan Tuhan
Taufik Wijaya Politik itu kotor mungkin masih diyakini sejumlah masyarakat di Indonesia , termasuk mereka yang hidup di pedalaman pergunungan Dempo, Sumatra Selatan. Lalu, apa yang menarik dari dunia politik sehingga membuat orang mau menghabiskan banyak uang, menipu, serta melakukan kekerasan. Jawabnya tentu saja soal kekuasaan. Konon kabarnya hanya dengan berpolitik sebuah kekuasaan dapat diraih. […]
Tentang Penulis Edisi 82
Taufik Wijaya, penulis yang tinggal di Palembang, Deny Suwarja, seorang guru di Jawa Barat, Moyank, bekerja di perusahaan tambang dan kerap menulis puisit.
Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Seorang demi seorang para penghuni yang menyelimuti diri dengan syal dan jas bulu telah balik ke ruangan di bawah tanah yang tidak dipanaskan dan dulu merupakan gudang untuk telur, tapi kini digunakan oleh panitia rumah tangga sebagai kamar sidang. Sebuah lesenar-kantor dan beberapa […]
Cahaya Kesunyian
kesunyian inikapankah segera berakhir? hening telah membisukankuhati menjadi demikian murungrindu tergantung di dahan harapsedang buah cinta tak mampu kudapat kesunyian inibilakah tergantikan dengan keramaian? walau aku mampu untuk menahansegala perih dalam dadanamun aku tak sanggup mengusap air matayang terus mengalir daritelaga matamu yang indah itu setiap kunyalakan lilinbukan cahaya kegembiraan yang terjalinhanya diam yang tak […]
Rindu Yang Pergi Jauh
aku ingin tahuseberapa jauhkah awan pergimembawa mimpi kanak-kanakke arah senja seberapa jauhkah perjalanan awandiusung angin; dari desa ke kota , sampai ke negeri asingdari kunjungan wisata seberapa jauhkah langitmelapangkan perjalanan awanyang rindu pulang dan seberapa pulakah rinduyang telah mengawan kulukisdi atas kanvas lelangit tuhanTanjung Santan, 23 Juli 2004
Repihan Rindu
kueja kembali aksara demi aksarayang dulu melenakanku pada sebuah anganmungkin juga harapan kata demi katakini kian tak berartisemuanya kabur dan hanya jadi mimpi ketika kusadari aku tak mampumenjadi seorang kekasihsedapat mungkin aku pertahankanrintih yang selalu berteriakdengan lantang dalam hati sementara kau mungkin tersenyumdi balik tirai malamyang tak sanggup kusibakuntuk sekadar menatap wajahmu kupunguti repihan rindu […]
Kekosongan Hati
Moyank ruang ini telah kosong kembalitak berpenghunisemua kenangan telah tersisih sekejap seperti mimpi yang datangkau bermain kemudian pergi menghilang ruang ini telah kosong kembalisementara ini kubiar tetap beginimungkin suatu hari nanti akan ada yang mengisimemainkan peran yang lain sebagai pengganti entah sekedar bermain kembaliatau tinggal lebih lama lagiTanjung Santan, 17 Juli 2004