Jajang R. Kawentar
Aku penghuni laut melahirkan ombak
Dirimu berayun-ayun di atas perahu
Dirimu berlayar mengarungi samuderaku
Tiada kepuasan menghentikanmu
Dirimu merayu-rayu pada gelombang
Dirimu memastikanku pada air:
Aku adalah air;
Air pada matamu
Air pada rawa-rawa hatimu
Air pada sukacitamu
Dirimu ada padaku
Aku penghunimu:
Air hujan keringatmu
Air yang mengaliri sungai nadimu
Tiada kekuasaanmu menghentikanku
Dirimu pada api mendidihku
Dirimu pada kebuntuan meluapkanku
Aku penghuni laut melupakan kenikmatanmu
Benteng Kuto Besak, Januari 2005