Mia Singgih
Ketika bunga-bunga mulai bersemi
Kelopak demi kelopak merekah menghirup napas surga
Burung dan kupu berkejaran menyambut sang surya
Lalu kamu berkata
Seandainya saat itu waktu bersahabat dengan kita
Mungkin degup di dada menyatu tak hanya sementara
Ketika alam dibasuh terik matahari
Lebah dan kumbang bercanda hangat penuh tawa
Angin musim panas semilir sejuk membelai manja
Lalu kamu menggoda
Aku dan kamu tenggelam dalam kecamuk rasa
Kita dan luka bersetubuh dalam keringat cinta
Ketika musim gugur menghampiri
Helai demi helai dedaunan jatuh tak bermakna
Tetes hujan dan deru badai berlomba menerpa
Lalu kamu tak menyapa
Rayuan dan cumbuan kata terdiam seribu bahasa
Ungkapan rindu dan sayang memudar dalam tanya
Ketika salju menyentuh bumi
Pucuk rumput hijau bersembunyi di balik kebekuan senja
Berselimutkan rintihan perih dalam kebisuan alam semesta
Lalu aku bertanya
Kamukah yang menyapaku di sela-sela cahaya temaram?
Atau aku terbius khayalan dalam mimpi indah semalam?
maret ’05