orang-orang
menyembahyangi gedung-gedung
di sosok kota yang jorok
di sela-sela isyarat maut
adalah ketenangan yang kian sekarat
dipecut serbuk sobekan nilai-nilai
di ranting genting yang memicu pilu
mengerudungi dosa suram berbatu-batu
ditikam angin yang beku
daun-daun memerah, disepuh musim
hari-hari adalah marjinal
penuh segala rasa sial
mencabik-cabik kaum kumal
di kegelapan halimun
melebihi tengkorak kematian
yang tanpa kain kafan
harapan tinggal setipis kapas
dalam dengus gerimis mistis
kilat-kilat halilintar menyeringai
di rusuk udara yang bungkuk dan hitam
ababil-ababil maut melontarkan geram
ke tanah paling curam
tempat terasing bernama makam
mungkin kelak kita saksikan
mayat-mayat compang camping
cemberut di gerbang neraka
dipecut dosa suram masa lalu
lebih brutal dari sanca
2005

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *