Di dalam salib
Berkepak ribu rindu menghampiri
TersedotĀ pesona nasib suci
Nasib yang termulia karma dihayati
Papah pincang-pincang insani demiDi dalam salib
Ada cinta terpatri kini
Beribu-ribu, berjuta-juta derita membebani
Tiada lorong-lorong terkunci
Tiada pintu-pintu terapat rapi
Tiada sapa angkuh dalam hati membumi
“Hai, kamu yang berbeban berat datanglah kemari”Di dalam salib
Terceria laksana putera-puteri
Taman Bapa lapang indah kembang-warna-warni
Tergerak diri agar lekas menari
Tiada terkenang derita fana bumiDi dalam salib
Kegagalan tersirat kisi-kisi arti
Berlaksa-laksa kegagalan tiba tiada terbagi
Karma terbagi berarti malu diri
Kegagalan kita tak seberat lain insaniDi dalam salib
Derita tidak sendiri
Mengapung terhibur darah suci
Tertebus asal jiwa segera kembali
Mengarungi samuderacinta Christi
Nggendol jumbai kemana pergiDi dalamĀ salib
Yang ada hanya satu
Tiada miskin-kaya, putih-hitam, darah merah-darah biru
Perbedaan terkibur liang gali kudu
Berbaris tiada tanya kamu
Karma jiwa di dalam Christi slaluDi dalam salib
Tiada yang tersembunyi
Dimanapun berada terdapati
Mata Christi membelalak segala tertembusi
Datang keutamaan dengan berserah diri satu memujiJumat Agung 180403