Prasangka
Nabiha Shahab Pak RW memandang bangga kampungnya yang asri, rindang dan tertata rapi. Entah karena tidak ada yang berminat atau karena tidak ada yang berani menantang, jabatan RW dipegangnya selama 10 tahun terakhir. Sejak ia memasuki masa pensiunnya baru-baru ini, ia lebih banyak tinggal di rumahnya, di pinggiran Jakarta. “Tatanan rapih seperti ini tidak akan […]
Di dalam Salib Christi
Di dalam salibBerkepak ribu rindu menghampiriTersedot pesona nasib suciNasib yang termulia karma dihayatiPapah pincang-pincang insani demi Di dalam salibAda cinta terpatri kiniBeribu-ribu, berjuta-juta derita membebaniTiada lorong-lorong terkunciTiada pintu-pintu terapat rapiTiada sapa angkuh dalam hati membumi“Hai, kamu yang berbeban berat datanglah kemari” Di dalam salibTerceria laksana putera-puteriTaman Bapa lapang indah kembang-warna-warniTergerak diri agar lekas menariTiada terkenang […]
Mengiring Jenasah
Gendhotwukir Dipuja suka, mati mudaSalah dosa belum terkayaRia lekat wajah ronaBahgia terdampar. Di pulau tangisan gema Iring-iringan mencipta debu lesuKeruh linangan senja gerimisBergegas mengubang kikis 23 cukup. Kenapa tidak 70atau 80 jika ada daya ? alun melodikan cerah di depanpupus membaca harapanmenghenti muda menyapa kematian manusia senja tersadarsegera kejar kepergian mudapintu mana, pintu ke sanaingatan […]
Indonesia Masih Ada
T. Wijaya Gol! Indonesia masih ada. Sepakbola telah menyelamatkan Indonesia. Sepakbola memberi arti terhadap proyek negara-bangsa yang berumur 62 tahun. Merah-putih berkibar kembali. Merah-putih tidak hanya semarak ketika memperingati Hari Kemerdekaan. Saya yang sudah jarang menyanyikan lagu Indonesia Raya, kembali mengumandangkannya. Indonesia hadir dalam semangat menang-kalah. Jika mau jujur, partai politik telah gagal menandai Indonesia. […]
Tentang Penulis Edisi 141
Gendhotwukir, anak Muntilan yang kerap menulis dan motret. T. Wijaya, pegiat seni dan jurnalis di Palembang.. Nabiha Shahab, pegiat lingkungan dan wartawan lepas, dan penggemar coklat.