Kupu Malam Dan Biniku
Sambil berselisih lalumenggebu-gebu Kupercepat langkah. Tak noleh ke belakangNegeri ini luka terbuka sekali lagi terpandang Barah ternganga Melayang ingatan ke binikuLautan yang belum terdugaBiar lebih kami tujuh tahun bersatu Barangkali tak setahukuIa menipuku Maret 1943 ***
Penulis Edisi 252
Viktoriya Tokareva, lahir 20 November 1937 in Leningrad. Penulis naskah film dan cerita pendek. Karakter Tokareva cenderung orang biasa yang mengadapi persoalan sehari-hari, yaitu orang-orang yang dengan mudah berkaitan dengan para pembacanya. Dr. Victor A. Pogadaev, pengajar di Fakulty of Languages and Linguistics, University of Malaya, Kuala Lumpur Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang […]
Hukum
Saban sore ia lalu di depan rumahkuDalamn baju tebal abu-abu Seorang jerih memikul. Banyak menangkis pukul. Bungkuk jalannya – LesuPucat mukanya – Lesu Orang menyebut satu nama jayaMengingat kerjanya dan jasa Melecut supaya terus ini padanya Tapi mereka memaling. Ia begitu kurang tenaga Pekik di angkasa: Perwira mudaPagi ini menyinar lain masa Nanti, kau dinanti-dimengerti!
Taman
Taman punya kita berduatak lebar luas, kecil sajasatu tak kehilangan lain dalamnyaBagi kau dan aku cukuplahTaman kembangnya tak berpuluh warnaPadang rumputnya tak berbanding permadanihalus lembut dipijak kakiBagi kita bukan halanganKarenadalam taman punya berduaaku kumbang, kau kembangKecil, penuh surya taman kitatempat merenggut dari dunia dan ‘nusia
Aku
Kalau sampai waktuku‘Ku mau tak seorang ‘kan merayuTidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalangDari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitkuAku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlariBerlariHingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi***Maret 1943 *. Versi Deru Campur Debu
Pelarian
1 Tak tertahan lagiremang miang sengketa di siniDalam lariDihempaskannya pintu keras tak berhinggaHancur lulu sepi seketikaDan paduan dua jiwa 2 Dari kelam ke malamTertawa meringis malam menerimanyaIni batu baru tercampung dalam gelita“Mau apa? Rayu dan pelupa,Aku ada! Pilih saja!Bujuk dibeli!Atau sungai sunyi?Mari! Mari!Turut saja!” Tak kuasa – terengkamIa dicengkam malam.Februari 1943
Suara Malam
Dunia badai dan topanManusia mengingatkan “Kebakaran di Hutan”Jadi ke manaUntuk damai dan reda?MatiBarang kali ini diam dan kaku sajadengan ketenangan selama bersatumengatasi suka dan dukakekebalan terhadap debu dan nafsuBerbaring tak sedarSeperti kapal pecah di dasar lautanjemu dipukul ombak besarAtau iniPeleburan dalam Tiadadan sekali akan menghadap cahaya…………………………………………….Ya Allah! Badanku terbakar – segala samarAku sudah melewati batasKembali? […]
Penulis Edisi 250
Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua MULO ke Jakarta, tempat ia […]
Sia-Sia
Penghabisan kali itu kau datangmembawa karangan kembangMawar merah dan melati putihdarah dan suciKau tebarkan depankuserta pandang yang memastikan. Untukmu Sudah itu kita sama termanguSaling bertanya: Apakah ini?Cinta? Keduanya tak mengerti Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri Ah! Hatiku yang tak mau memberiMampus kau dikoyak-koyak sepi***
Sendiri
Sendiri Hidupnya tambah sepi, tambah hampaMalam apa lagiIa membenci. Dirinya dari segalaYang minta perempan untuk kawannya Bahaya dari tiap sudut. Mendekat jugaDalam ketakutan menanti ia menyebut satu nama Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu?Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu! Ibu!***