Waktu
Kenapa tak mau menungguLihatlah ku berlari mengejarmuLangkah tersuruk di jalan berdebu Mata kaki mata hatiKenapa tak mau pergiBagai tersangkut pada duriTerikat pada penggal memoriSekeloa, 11 Februari 2002
Reportase Sunyi
EdwinDan angin yang manjaMeniupkan kerinduanUntuk pulang ke haribamuTapi jarak yang terlalu panjangMembentang sebuah ruangAntara kau dan akuHingga kita terasingSatu sama lainHanya imaji tentang hadirmuMenuntun pelayarankuSemoga sampai di dermagamuJalan Kampus II Bandung, Juli 1999
Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam Surat 2Tengah malam acara keakraban antara mahasiswa baru dengan himpunan mahasiswa jurusan, Mangin hendak menyerahkan balasan surat singkat itu ke Dinda. Di persimpangan kebimbangan. Hujan sibuk-sibuknya sebagai panitia. Toh, mahfum Mangin kalau tak ada waktu baginya. Selama ini pun Mangin tak punya waktu banyak untuk Hujan. Karena diserahkan waktunya kepada kerja di […]
Seekor Tikus
seekor tikus menyusup dalam tumpukan koranmungkin ia sedang membaca berita perselingkuhansambil menikmati remah-remah halaman iklan televisi memendar cahaya remang-remangledakan demi ledakan masih mengianggaungnya menghisap oksigen dalam ruang seekor tikus menyusup dalam tumpukan koranterkesiap sebentar, ada apa gerangan?lalu kembali dengan berita kecelakaan cicak tertawa, tak peduli berita apabaginya tak ada yang istimewa di duniayang ada hanya […]
Untuk Seorang Guru : Selamat Datang ke Surga
bersama setiap patah cekuh-cekihkau ludahi sejarah dalam derai, ringkihmeski, dengan sisa kepahlawanan yang rombengmasih, kaucoba melawan penjajahan paling zalim:cacing perut bernyanyi parau dalam dentang kaleng lalu kaubungkus sepiring tuhan, cukuplahuntuk hari ini. entah esok. mesti kautelisik lagidiantara lipatan-lipatan bau busuk dan lalat-lalat:mungkin tuhan sedang rapat, tak bisa diganggu! (sepuntung rokok akan menjadi sekretarisnya siang inicukup […]
Menatap Luka
TS Pinang lihatlah,luka seratus abad tak lewat oleh badaisementara sayu kelopak matamu lelahdidera berita televisi atau purnama dini harisungguh, ketakutan menjadi semacam rindupada warna pada denting piano dan suara serakmulalu seperti biasa senyummu berlalutawar saja, tanpa gula atau krim susu “tataplah mataku!” kata gambar pada layar dan bilangan berpendaran begitu sajaseperti dedaunan rontok pada musimnyaatau […]
Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu
Bramantyo Prijosusilo Ketika pagi-pagi Tahun Baru Elaine kembali ke flatnya, suami dan anaknya masih tidur berpelukan. Diletakkannya coat tebal di gantungan dekat pintu dan dialirkannya air hangat ke dalam bath-tub. Perasaannya tak enak, seolah pemandangan-pemandangan liar di pesta semalam telah menempel di kulitnya. Rambut dan pakaiannya bau asap rokok, tetapi pemandangan pesta sex beramai-ramai lebih […]
Bumi Ketiga
Imron Supriyadi Aku tergeragap. Sebuah kilat cahaya telah memecah bongkahan batu besar, tempat selama ini aku tidur di dalamnya. Sulit kuterjemahkan. Ia datang begitu cepat, Jika kilatan cahaya itu sudah reda, besok atau lusa, akan kutanyakan pada ahli meteorologi, agar aku tidak terus kebingungan. Hari itu aku mendapat bahan penelitian baru yang belum terdata lembaga […]