Ke Filipina Aku Bepergian
Ani Mulyani Udara begitu panas dan matahari terasa amat menyengat ketika pertama kali kuinjakkan kaki di tanah kelahiran Ferdinand Marcos. Pesawat mendarat dengan mulus di bandara internasional Filipina Ninoy Aquino; dari Benigno –suami dari Presiden ke 11 Filipina, Corazon Aquino. Ninoy, sebagai politisi oposisi, dibunuh di bandara ini pada tahun 1983 sekembalinya dari Amerika Serikat […]
Penulis Edisi 158
BuRuli(bungarumputliar), Guru TK yang magang bertani di Sukabumi Ani Mulyani, sambil bekerja ikut kuliah Jurnalistik di Universitas Moestopo Jakarta. Herry Sudiyono, pernah masuk Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung namun tidak selesai dan menerbitkan buku terjemahan puisi Alejandra Pizarnik. Kini tinggal di Yogyakarta.
Dia
Ani Mulyani If you love someone more than anything, then distance only matters to the mind, not to the heart……(Anonymous) Kulayangkan pandangan sesaat dari jendela pesawat ke laut lepas di Selat Makassar. Ssungguh indah, diantara kilang-kilang minyak yang bertebaran nuansa teknologi modern, masih dapat kulihat birunya air laut. Pagi itu untuk pertama kali aku menginjakkan […]
Tentang Penulis Edisi 148
Martha Andival, wartawan Tabloid Modus Aceh yang gemar menulis dan penrah menjadi pelatih paduan suara. Ani Mulyani, karyawan swasta di Jakarta dan mahsiswa Universitas Dr. Moestopo Moyank, tinggal di Balikpapan dan karyanya dimuat dalam beberapa Antologi Puisi Bersama, antara lain The Consuming Flame (International Library of Poetry 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa 2001), Cinta Pohon Tamar […]