Ayat-ayat Waktu
Pedje begitu banyak penanda waktu: langkah-langkah bergegas hilang ditelikung cemas5 Juni 2002
Tentang Penulis Edisi 75
Liston Siregar, wartawan kelahiran Medan, sekolah di Semarang, dan kini bekerja di. Juni Poppin, lahir di Bandung tahun 1974 dan kini bekerja sebagai reporter Kantor Berita Radio 68h di Bandung. Pedje, alias Purwadi Djunaedi tamat dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1994 dan kumpulan puisi pertamanya, Jendela: Sajak-Sajak Purwadi Djunaedi, diterbitkan PT Margi Wahyu pada […]
Cerita untuk Elang, 2
pulang dari museum, seorang anak bercerita kepada ayahnya“Di sana banyak arca. Ada yang kecil, besar, tanpa kepala, dan bermacam rupa,” katanya sehabis menonton acara televisiia datangi ayahnya kembalibertanya tentang pesawat luar angkasa“Apakah pesawat itu bisa sampai ke bintang kejora?” ujarnya esoknya, dengan wajah gembiraia bilang kepada ayahnyatelah hafal sebuah lagu yang baru diajarkan guru sekolahnya: […]
Cerita untuk Elang, 1
di sebatang trotoarseorang bocah membiarkan mimpinya telantar: gambar dua gunung mengapit matahari bersinartak ada pepohonan atau semak belukarjuga sawah luas terhampar di jalanpecahan arang berceceran aspal mengusam Januari-Juni 2003
Kepada Lia
masih ada mataharisaat mendung menyelimutisiang berpeluhudara penuh keluh bahkan waktu hujan menghampirimatahari bernyanyibenih dibuaimimpi dibelai pucuk-pucuk pun tumbuhbatang, ranting, cabang mengukuhdedaunan memberi teduh lihatlah, anak-anak bersorakpurnama bagai kebanyakan minum arak 4 Juni 2002-6 Juni 2003
Ayat-ayat Waktu
Pedje begitu banyak penanda waktu: langkah-langkah bergegas hilang ditelikung cemas5 Juni 2002
Tentang Penulis Edisi 75
Liston Siregar, wartawan kelahiran Medan, sekolah di Semarang, dan kini bekerja di. Juni Poppin, lahir di Bandung tahun 1974 dan kini bekerja sebagai reporter Kantor Berita Radio 68h di Bandung. Pedje, alias Purwadi Djunaedi tamat dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1994 dan kumpulan puisi pertamanya, Jendela: Sajak-Sajak Purwadi Djunaedi, diterbitkan PT Margi Wahyu pada […]
Kepada Lia
masih ada mataharisaat mendung menyelimutisiang berpeluhudara penuh keluh bahkan waktu hujan menghampirimatahari bernyanyibenih dibuaimimpi dibelai pucuk-pucuk pun tumbuhbatang, ranting, cabang mengukuhdedaunan memberi teduh lihatlah, anak-anak bersorakpurnama bagai kebanyakan minum arak 4 Juni 2002-6 Juni 2003
Tentang Penulis Edisi 71
Pedje, alias Purwadi Djunaedi tamat dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1994 dan kumpulan puisi pertamanya, Jendela: Sajak-Sajak Purwadi Djunaedi, diterbitkan PT Margi Wahyu pada tahun 1994. Kini jadi redaktur senior di majalah wanita Lisa. Nyoman Dani, insinyur sipil yang bekeja di Jakarta.
Siapa
Siapa yang tiba-tiba cemburu melihat kita mengisap luka dan menebar begitu banyak benih cinta di atasnya? Siapa yang kemudian tersenyum malu mengintip kita menari-nari dan menyanyi ketika hujan berkerumun bertepuk tangan seolah anak-anak yang diberi kembang gula? Siapa pula yang berbisik ingin ikut sambil meniupkan aroma purba yang dibawa Adam dan Hawa ketika terpaksa turun […]