Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu 22 – Bramantyo Priyosusilo
Dapur mertua Jagger berlantai linoleum kotak-kotak hitam dan putih. Ia menyapa ibu mertua, mengambil gelas, mengalirkan kran, dan minum. Air dingin seteguk didiamkan di mulut, lalu ditelan perlahan. Di luar, salju turun lebih deras. Tidak seperti semalam, ketika salju tipis jatuh melayang bagai kapas dipermainkan angin, melainkan tebal dan deras. Langit putih, dan seluruh halaman […]
Tentang Penulis Edisi 44
Ramadhan Pohan, wartawan Jawa Pos di Washington DC. Cerpen dan puisinya dimuat di berbagai media, juga di The Path Not Taken (Maryland: 1996) dan Para Pembohong (Jakarta: 1996). Pernah bertugas di Sofia, Turki, serta meliput ke Bosnia, Kroasia, Serbia dan Masedonia. Liston Siregar , anak Medan, jadi wartawan dan sesekali nonton film.J.J. Kusni, orang Dayak […]
Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu 21 – Bramantyo Prijosusilo
Pagi-pagi buta, rombongan keluarga Jagger sampai di rumah orangtua Elaine di pinggiran kota Liverpool. Jagger bangun dari tidur saat mobil yang dikemudikan Elaine berhenti di depan rumah. Ketika Jagger membuka pintu, hawa dingin menampar kulit muka, menembus celana kulit Cibaduyut yang dipakai. Ketika ia menghirup nafas, dirasakan dingin membakar cuping hidungnya. Salju pun turun melayang-layang […]
Tentang Penulis Edisi 42
Ari Minggu Tamba, penyair dan penulis yang tinggal di Bekasi.Ging Ginanjar , anak Komunitas Utan Kayu yang mengaku kurang berbakti pada orang-tua. Orang Bandung dan kini tinggal di Jakarta. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London.
Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu 20 – Bramantyo Prijosusilo
Elaine masih lelap dalam menyetir, konsentrasinya pada beton jalan, marka, kaca spion, lori-lori gandeng yang panjang dan pengendara dan kendaraan lain, namun di balik itu semua, ada juga sebagian batinnya yang masih menggerutu soal ganja, soal Jagger dan cara dia mengasuh Sanca, soal Keith yang sudah semakin tua tetapi tak kunjung belajar bertanggung-jawab, serta sesuatu […]
Tentang Penulis Edisi 41
T.S. Pinang, tinggal di Yogyakarta, beberapa puisinya pernah dibacakan di Radio Suara Jerman Deutsche Welle dan RRI Nusantara IIYogyakarta dan masuk dalam antologi Graffiti Gratitude: Sebuah Antologi Puisi Cyber.Ningrum Sirait , pengajar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan, anggota Dewan Pengurus LSM Pusaka Indonesia, dan sedang menyelesaikan S3 untuk bidang Hukum Internasional.Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni […]
Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu 19 – Bramantyo Prijosusilo
Melewati rumah-rumah saudagar abad sembilanbelas yang kini umumnya telah dijadikan lima atau enam flat terpisah, tangannya mulai letih, pegangan tas seakan akan memotong jari-jarinya. Beberapa tas belanjaan berisi hadiah Natal untuk orang-tuanya, untuk Jagger, untuk Sanca, dan untuk Keith, dan juga beberapa bahan makanan untuk sumbangan makan siang hari Natal yang akan dirayakan berkumpul di […]
Tentang Penulis Edisi 40
Ikun Eska, salah seorang pendiri Asosiasi Platonis Independen, dan sekarang menjadi Sekjen-nya. Redaktur HALTE, Buletin Belajar Menulis Seni terbitan Galeri Kedai Kebun Yogyakarta.J.J. Kusni, orang Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah, dan pecinta satra.Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London.
Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu 18 – Bramantyo Prijosusilo
Ini adalah hari terakhir Elaine bekerja sebelum seluruh aktifitas dihentikan untuk liburan Natal. Pulang! Sanca! Mum! Dad! Keith! Liverpool! Banyak agenda di benak Elaine. Berlari ringan menapaki tangga naik yang keluar dari mulut stasiun Underground di Notting Hill Gate, ia merasa agak lega, berada di lingkungannya sendiri biarpun langit Desember kotor dan gelap, dan seorang […]
Tentang Penulis Edisi 39
Maya Susiyani, wartawan radio Mercury di Surabaya yang melakukan perjalanan ke Amerika selama beberapa bulan.Sanie B. Kuncoro, dulu aktif menulis di majalah remaja Anita, tamat dari Ilmu Komunikasi Undip dan sekarang tinggal di Solo. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London.