Dokter Zhivago 34 – Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)

Disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960 dengan penulisan ejaan baru. Menjelang pukul dua pagi. Telinga Yura mengiang-ngiang. Tadi ada selingan dengan teh dan petits fours dan kini orang mulai berdansa pula. Tak ada lagi yang mau mengganti lilit-lilin di pohon kalau habis menyala. Yura berdiri tercenung di tengah kamar dansa, memperhatikan Tonya sedang berdansa dengan […]

Tentang Penulis Edisi 34

Ikun Eska, salah seorang pendiri Asosiasi PlatonisIndependen, dan sekarang menjadi Sekjen-nya. Redaktur HALTE, Buletin Belajar Menulis Seni terbitanGaleri Kedai Kebun Yogyakarta.Ari Setya Ardhi banyak menulis cerpen, puisi dan esei di berbagai media massa. Pernah memenangkan beberapa lomba cipta puisi, cerpen, esei maupun naskah drama tingkat nasional dan daerah. Ia juga aktif di teater Bohemian Jambi, […]

di tubuh waktu ada – Ikun Eska

kata itu meloncat dari kotak teka-tekimumenggelepar di lantai lalu diammembekukau ingin menjumputnyamengembalikan ke kotakuntuk menjawab sebuah pertanyaantetapi begitu tanganmu ingin menyentuhnyakata itu meloncat ke dalam jamdi dinding kamarmu bergayutpada angka-angka di sanakau membiarkannya dan mengisikekosongan yang laindari detik ke menitdari jam ke haridari minggu ke bulandari ranjang ke kuburanhingga kau lupadi tubuh waktu ada tersiasatu […]

dongeng hujan – Ikun Eska

bahwa hujan itu pernah bercerita padakubahwa bunyi yang datang mengetukgenting rumahmu bersamanyaadalah ia yang pertama kali memandikanmusebelum kau berangkatmenangkap gelap matahari***

crematorium scene – Ikun Eska

dikemasinya daun yang rontok sembilan musimbiji yang ditepiskan cakrawaladinyalakannya pendiangan dari api sendiridan ketika pagi tibaorang menemukannya teronggok menjadi abubersama matahari yang hangus di kolong tungku***

Embun Penari – Ari Setya Ardhi

Dengan sorot mata kemerahan, Matahari menegakkan punggungnya yang terasa renta. Angin berkibar tanpa bendera. Seakan-akan menyorongkan kemarau yang begitu dalam pada setiap desah nafas sepanjang jalan kemerdekaan, yang menjadi keterbatasan bagi kebebasan pemilik kekuasaan. Matahari baru mengusap peluh. Ruang kost yang berbatasan dengan berbagai impian mengepung sepenuh ‘kemontokan’ yang tak pernah bisa ditawar dengan harga […]

Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu 13 – Bramantyo Prijosusilo

Hal lain yang dicatat oleh Jagger, adalah bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada penduduk yang tidak berpenghasilan. Belum tiga hari berada di London, Elaine sudah mengajaknya ke kantor dinas sosial untuk mendaftarkan diri sebagai keluarga tidak yang punya pekerjaan. Sambil menggendong Sanca di dalam selendang batik Jogja yang dibeli di pasar Beringharjo, Jogja, Jagger menemani […]

Kebangkitan Olahraga Afghanistan – Charles Clover

Sambil menggigit cambuk kuda dengan giginya, Aziz Ahmad menyelipkan obloing hitam ‘Chanel Paris’ ke dalam celana wolnya, dan merenungkan pertanyaan : bagaimana caranya menjadi Maradona dalam buzkashi Afghanistan? “Saya suka olahraga ini. Setiap main saya selalu memainkan yang terbaik,” katanya. Waktu itu setengah main dan timnya sedang kalah. Ada Saran? “Kami perlu main lebih bagus,” […]