Selat – A. Dion Laèp

Puisi, edisi 398 Januari 2026 laut tidak biru malam ini. bau besi terhidudari sauh, dari rantai,juga dari nama yang lepas. di sini, arus menulis namanya sendiripada lambung, pada tulang,juga pada harga yang ditawar di pelabuhan. tapi jangkar berkarat itumasih tersimpan nama-nama. mercusuar menyala,di antara gelap harapannasib para nelayan. di sini, sepanjang ombak berdebur,juga selagi tembang […]

Membayangkan Hilirisasi – A. Dion Laèp

Puisi, edisi 391 Juni 2025 benarkah jalan kitamengitari garis kurva? pagi belum terbuka. tapi sejumlah pertanyaantelah berdesakan di warung kopi;apa gunanya Menteridi negeri yang katanya demokrasi? perlahan, bulan tampak memar. setelah segalanya dicemari,apa yang berharga di negeri ini? sebentar lagi,embun akan diisap matahari. barangkali pada suatu hari,hijau hanya ilusijika yang tersisa hanya warna sepiapada kata-kata.2025 […]